Aku dan hidupku yang telah
berubah, kini aku telah menjadi aku yang sebenarnya, saat aku merindukan aku di
masa yang dahulu kala, dimana aku menjadi anak yang sopan dan nurut dengan
orangtua.
Aku dan ibu kandungku
tercinta kini telah melepaskan masa laluku yang kelam yang penuh dengan aroma
nafas tubuh dari seorang perempuan yang aku cintai, memang aku akui bahwa ia
adalah perempuan yang pernah kucintai dengan mengorbankan semua kasih sayangku
untuknya termasuk semua apa yang aku sayangi kurelakan dan kulepaskan semuanya
untuknya.
Tapi kini
semua telah kurubah dengan prinsip pembelajaranku, memang aku telah membuat
berbagai macam kesalahan yang sangat fatal juga berulang - ulang kali, saat itu
ku temui sesosok wanita yang pernah ku temui dalam kehidupanku yaitu Okawa Wahyuchi atau Karina Tri Rahayu. Aku
membenci dia karena saat itu ia telah banyak membuatku kesal karena setiap ia
melakukan semua kesalahan ia tidak mau untuk
mengakuinya. Setiap hari dan setiap waktu kita selalu bertengkar dengan
pokok permasalahan yang sebenarnya tidak begitu berati dan bahkan bisa di anggap
sepele. Aku akui semua kesalahan itu bermula dari diriku sendiri, tapi satu hal
yang membuatku sangat kesal yaitu ia telah membuat hati ibu kandungku menjadi
resah dan gelisah. Awal mula semua kejadian itu disaat aku telah melakukan
kesalahan yang sangat dilanggar agama dan mungkin tidak bisa dimaavkan yaitu
kami telah berbuat zinah sampai beberapa kali. Mungkin aku mencintai dia memang
bukan berdasarkan cinta, tapi berdasarkan nafsu dan keterpaksaan karena pada
saat itu aku baru saja putus hubungan dengan kekasihku yang bernama Lia.
Mungkin ceritaku
ini sedikit agak sulit untuk bisa dimengerti tapi aku menulis isi hatiku ini
karena aku sedikit demi sedikit mulai bisa beranjak dari keterpurukanku. Ini mungkin
sejumlah kesalahanku yang tak terhitung jumlahnya.
Saat ini ku
coba untuk merubah semuanya menjadi motivasi diri dan pembelajaranku untuk
melangkah dan maju kedepan. Kubuktikan kepada semua orang bahwa aku dan ibuku
bisa untuk merubah nasibku ini.
Sekian sepenggal
bahkan mungkin akhir dari ceritaku ini, aku mencoba untuk move on dan menjadi
Uki yang sedia kala.
Ku ucapkan terima
kasih terutama untuk ibuku, keluarga – keluargaku, teman – temanku, juga semua
orang yang telah membantuku untuk lebih menilai orang.