Jumat, 01 Februari 2013



          Aku dan hidupku yang telah berubah, kini aku telah menjadi aku yang sebenarnya, saat aku merindukan aku di masa yang dahulu kala, dimana aku menjadi anak yang sopan dan nurut dengan orangtua.

Aku dan ibu kandungku tercinta kini telah melepaskan masa laluku yang kelam yang penuh dengan aroma nafas tubuh dari seorang perempuan yang aku cintai, memang aku akui bahwa ia adalah perempuan yang pernah kucintai dengan mengorbankan semua kasih sayangku untuknya termasuk semua apa yang aku sayangi kurelakan dan kulepaskan semuanya untuknya.

Tapi kini semua telah kurubah dengan prinsip pembelajaranku, memang aku telah membuat berbagai macam kesalahan yang sangat fatal juga berulang - ulang kali, saat itu ku temui sesosok wanita yang pernah ku temui dalam kehidupanku yaitu          Okawa Wahyuchi atau Karina Tri Rahayu. Aku membenci dia karena saat itu ia telah banyak membuatku kesal karena setiap ia melakukan semua kesalahan ia tidak mau untuk  mengakuinya. Setiap hari dan setiap waktu kita selalu bertengkar dengan pokok permasalahan yang sebenarnya tidak begitu berati dan bahkan bisa di anggap sepele. Aku akui semua kesalahan itu bermula dari diriku sendiri, tapi satu hal yang membuatku sangat kesal yaitu ia telah membuat hati ibu kandungku menjadi resah dan gelisah. Awal mula semua kejadian itu disaat aku telah melakukan kesalahan yang sangat dilanggar agama dan mungkin tidak bisa dimaavkan yaitu kami telah berbuat zinah sampai beberapa kali. Mungkin aku mencintai dia memang bukan berdasarkan cinta, tapi berdasarkan nafsu dan keterpaksaan karena pada saat itu aku baru saja putus hubungan dengan kekasihku yang bernama Lia.

Mungkin ceritaku ini sedikit agak sulit untuk bisa dimengerti tapi aku menulis isi hatiku ini karena aku sedikit demi sedikit mulai bisa beranjak dari keterpurukanku. Ini mungkin sejumlah kesalahanku yang tak terhitung jumlahnya.

Saat ini ku coba untuk merubah semuanya menjadi motivasi diri dan pembelajaranku untuk melangkah dan maju kedepan. Kubuktikan kepada semua orang bahwa aku dan ibuku bisa untuk merubah nasibku ini.

Sekian sepenggal bahkan mungkin akhir dari ceritaku ini, aku mencoba untuk move on dan menjadi Uki yang sedia kala.

Ku ucapkan terima kasih terutama untuk ibuku, keluarga – keluargaku, teman – temanku, juga semua orang yang telah membantuku untuk lebih menilai orang.